Rabu, 15 Oktober 2014

Makanan dan Sistem Pencernaan

Kita makan untuk memenuhi kebutuhan tubuh dan bertahan hidup. Makanan sehat mengandung gizi (yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air) dan higienis (yang bersih dari kuman dan bibit penyakit.). Sumber makanan ada yang dari tumbuhan dan dari hewan.
Fungsi makanan:
-          Penyedia bahan bakar dan sumber energi utama.
-          Pembangun sel-sel dan jaringan tubuh dan pengganti sel tua.
-          Pelindung dan pembantu sistem imunitas tubuh.
Zat-zat makanan bergizi:
1. Karbohidrat:
Karbohidrat adalah molekul glukosa yang terdiri dari karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O). Berdasarkan gugusan gulanya, ada 3 macam karbohidrat.
a. Monosakarida memiliki satu gugus gula (C6H12O6). Contohnya glukosa, manosa, galaktosa, dan fruktosa.
b. Disakarida memiliki dua gugus gula (C12H22O11). Contohnya sukrosa (glukosa + galaktosa) dan maltosa (2 glukosa).
c. Polisakarida memiliki banyak gugus gula, dapat mencapai 300 gugus gula (C6H10O5). Tidak berasa dan tidak larut dalam air. Contohnya amilum, selulosa, peltin, lignin, dan kitin.
Sumber karbohidrat antara lain beras, jagung, kentang, sagu, gandum, dan ubi.  Fungsi karbohidrat adalah sebagai sumber energi utama pada makanan. Karbohidrat juga mengatur metabolisme dan membuat kadar asam-basa seimbang.
Pencernaan karbohidrat dilakukan dengan proses hidrolisis, yaitu melarutkan karbohidrat dengan air, sehingga dapat mengurai polisakarida yang kompleks menjadi monosakarida yang sederhana. Juga ada proses glikolisis, yaitu mengaktifkan glukosa oleh ATP menjadi glukosa fosfat, dan diubah lagi menjadi asam piruvat melalui proses oksidasi.
2. Lemak:
Lemak/ lipid adalah zat organik hidrokarbon yang tidak larut dalam air (karena hidrofobik). Lemak terdiri dari senyawa hidrokarbon (CH) dan gugus karboksil (COOH). Gliserol terdiri dari tiga gugus hidroksil (OH). Lemak sederhana adalah trigliserida, yaitu satu gliserol dan 3 asam lemak. Lemak campuran adalah campuran lemak dengan zat lain seperti protein.
Lemak yang terdapat pada makhluk hidup adalah lemak non esensial yang berwujud padat dan asam lemaknya jenuh. Lemak yang terdapat dari nabati/ tumbuhan adalah lemak esensial, dan berwujud cair pada suhu kamar.
Fungsi lemak:
a. Membawa zat makanan esensial.
b. Sumber energi/ cadangan energi terbesar.
c. Pelindung alat-alat tubuh vital dan melindungi tubuh dari kedinginan.
d. Bahan penyusun membran sel.
Pencernaan lemak dilakukan di usus halus karena memiliki enzim lipase yang menguraikan molekul lemak. Emulsi lemak adalah pemecahan lemak yang berukuran besar menjadi yang kecil. Ukuran lemak yang kecil memudahkan hidrolisis lemak. Lipase pankreas akan menghidrolisis lemak menjadi campuran asam lemak dan monogliserida.
3. Protein:
Protein adalah bahan penyusun sel. 50% berat kering tubuh didapat pada protein dalam tubuh. Protein juga penting dalam fungsi kehidupan selain simpanan atau cadangan energi.
Protein adalah makromolekul, terdiri dari polimer asam amino. Asam amino terdiri dari karbon, hidrogen, gugus amin (NH2), karboksil, dan lainnya. Asam amino membentuk ikatan peptida, yang membuat rantai panjang disebut polipeptida. Polipeptida disintesis pada ribosom.
Asam amino esensial adalah asam amino yang terdapat dari luar tubuh sedangkan yang non esensial terdapat di dalam sel tubuh. Asam amino esensial seperti Isoleusin, Leusin, Histidin, dan Mentionin. Asam amino non esensial seperti Alanin, Asparagin, Asam aspartat, dan Glutaminin.

Cerpen "Botol Kaca Bertuah"


Seorang pemuda sedang berjalan-jalan di pinggir pantai untuk menikmati matahari tenggelam. Pantai itu begitu indah, keindahannya melebihi pantai-pantai lain yang pernah dikunjunginya. Sang pemuda kemudian memutuskan untuk duduk di pantai berpasir putih itu sembari menyapukan pandangannya pada hamparan laut yang luas. Dari kejauhan terlihat sebuah benda terapung-apung tak jauh dari tempatnya duduk. Dan yang ia lihat rupanya adalah sebuah botol kaca. Dengan keingintahuannya yang besar sang pemuda mendekati benda terapung tersebut. Terdapat sebuah botol kaca yang berisi secarik kertas di dalamnya. Langsung saja ia buka gabus penyumbat botol dan didapatinya secarik kertas yang sudah lusuh. Kertas lusuh tersebut ternyata sebuah peta yang menunjukkan sebuah lokasi dimana ada sebuah peti harta karun. Namun rupanya pemuda itu tidak percaya, sehingga ia memasukkan peta harta karun itu kembali dalam botol, menutup penyumbatnya lagi, dan melemparkannya kembali ke laut. Dia pun segera meninggalkan pantai dan melupakan apa yang terjadi pada senja itu.



Keesokan harinya, di waktu yang sama. Seorang pemuda lainnya sedang berjalan di pantai yang lain pula tetapi melihat botol yang sama seperti pemuda sebelumnya. Dia juga mengambil botol, membuka tutup gabusnya dan menemukan kertas lusuh yang menunjukkan lokasi dimana terdapat sebuah peti harta karun di dalam lautan. Pemuda kedua yang menemukan botol berisi peta harta karun tersebut rupanya cukup penasaran dengan keberadaan peti harta karun. Mencoba membuktikan apa yang tertulis pada secarik peta lusuh tersebut pemuda kedua berjalan perlahan masuk dalam air dan menerjang jilatan gelombang untuk menuju tempat yang ditunjukkan peta. Lokasi peti harta rupanya sekitar tiga puluh meter masuk kedalam laut. Namun ketika tinggi air laut mencapai dada, ia memutuskan untuk kembali dan tidak melanjutkan pencariannya. Pemuda kedua mulai ragu dan tidak percaya. Dia berpikir mungkin saja ini cuma kerjaan orang iseng yang hanya membuang-buang waktunya. Kemudian bergegas kembali ke tepian pantai dan melemparkan botol berisi peta itu kembali ke laut.

Pada hari ketiga, seorang pemuda lain lagi kembali menemukan botol berisi secarik peta harta karun yang telah lusuh. Botol itu memantulkan bias dari cahaya matahari yang mulai tenggelam dengan cahaya keemasan yang indah. Seperti yang dilakukan oleh kedua pemuda terdahulu, dia pun melakukan hal yang sama. Diambilnya botol tersebut, dibuka penyumbatnya, dan menemukan secarik kertas lusuh yang menunjukkan lokasi sebuah peti harta karun di dasar lautan. Pemuda ketiga rupanya mempunyai keingintahuan yang besar. Pemuda ini benar-benar ingin membuktikan akan keberadaan harta karun tersebut. Dia pun bertekad mencari harta karun itu walaupun terletak di dasar samudra luas. Hal baru yang dilakukannya adalah menyewa perahu dan bergegas menuju ke tempat yang ditunjukkan dalam peta tersebut.


Sesampainya di tempat yang tertulis pada peta, dia pun mulai mencari. Senja sudah menghilang dan malam mulai merangkak. Dengan hanya disinari cahaya bulan, dia mulai mencari harta karun seperti yang ditunjukkan dalam peta. Dan sepertinya tidaklah mudah menemukan harta karun tersebut. Di kegelapan malam, dia melihat ada sesuatu di bawah air yang menyerupai peti harta karun. Kemudian dia menceburkan diri ke laut dan menyelam menuju benda bersinar itu. Susah payah pemuda ketiga menemukan lokasi karena dalamnya laut sangat gelap dan dia hanya mengandalkan sinar bulan. Sehingga semakin kedalam lautan, peti harta karun tersebut semakin tidak nampak. Pemuda ketiga hampir kehabisan nafas dan bergegas kembali ke permukaan air. Dia pun kembali naik ke perahu dan memutuskan kembali ke pantai. Seperti para pemuda sebelumnya ia telah menyerah. Sesampainya di pantai dilemparkannya kembali botol berisi peta harta karun itu kembali mengapung di tepian pantai.

Hari berikutnya botol berisi peta harta karun tersebut kembali ditemukan oleh seorang pemuda yang sedang menghabiskan waktu menikmati keindahan pantai. Seperti yang dialami para pemuda sebelumnya, ia juga melihat botol itu, membuka gabus penyumbat, dan menemukan peta harta karun. Pemuda keempat sangat bersemangat untuk menemukan harta karun tersebut. Disewanya sebuah perahu pada seorang nelayan dan bergegas menggunakan perahu tersebut untuk menuju ke tempat yang ditunjukkan pada peta. Dia pun menceburkan diri ke laut dan menyelam menuju ke peti harta karun. Namun ternyata lokasi peti itu sangat dalam dan nafasnya tidak mungkin bisa menjangkaunya. Pemuda keempat memutuskan kembali ke permukaan air, dan kembali naik keatas perahu. Dia lalu kembali ke pantai dan menyewa perlengkapan selam lengkap. Kemudian kembali ke tempat dimana lokasi harta karun itu tersimpan. Dengan perlengkapan selam lengkap ia kembali menyelam menuju ke lokasi peti harta karun. Di dalam lautan dia benar-benar menemukan sebuah peti harta karun. Pemuda keempat itu membawanya ke dalam perahu. Dengan perasaan berdebar-debar dibukanya peti yang baru diambilnya dari dasar lautan tadi. Matanya terbelalak dan berbinar-binar ketika melihat peti harta karun itu penuh berisi emas, permata dan berlian yang tidak ternilai harganya.